Langsung ke konten utama

Kelaparan dan kesusilaan

 



Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur



Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana



Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ?

Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan.

Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sumber daya pangan yang dapat diolah. Sedang dari populasi terjadi karena tidak seimbangnya jumlah kepadatan penduduk dengan jumlah ketersediaan sumber daya pangan, maupun dari sistem sosial yang dikendalikan para penguasa yang memiliki hak atas sumber daya pangan.

Didalam lingkungan dimana masyarakatnya mengalami kelaparan baik karena alam maupun manusianya itu sendiri, maka nilai nilai kesusilaan bisa menjadi kabur dan adab mungkin akan menjadi pajangan dinding. nilai – nilai kesusilaan bisa menjadi senjata makan tuan bagi penghakim. Memilih antara pencuri yang mencuri hanya untuk menghilangkan rasa kelaparan dan memilih para koruptor kelaparan yang menyebabkan pendistribusian “ Kesejahteraan “ tidak merata yang mengakibatkan kelaparan sumber pangan. Mana yang akan keluar bebas dari hukum kesusilaan ?

Gotong royong, kekeluargaan, Welas asih, bagian dari kesusilaan yang sering tampak bersamaan dengan kelaparan. Berpegang nilai kesusilaan yang berubah menjadi pedang dan tombak mereka akan selalu berjuang untuk menghilangkan kelaparan. Manusia dikehidupan yang lalu melakukan migrasi dari Tanah subur ke suaka lainnya hanya untuk mengurangi kelaparan. Dikehidupan sekarang tak jarang seseoang akan melakukan pencurian, perampokan, pembunuhan hingga eksperimen dari para saintis maupun ekploitasi hanya untuk menghilangkan kelaparan. Bagian mana yang akan menjadi nilai kesusilan dari kejahatan yang didasari kebaikan.

Saya pernah bertemu dengan seorang pengamen gadis kecil yang datang untuk meminta makan. Ok, saya ajak dia untuk makan. Makan sepuasnya dan biarkan dia kenyang. Dia hanya anak pengamen kecil yang mungkin belum mengetahui apa itu kesusilaan. Seorang fotografer melakukan bunuh diri atas foto yang dia ambil karena menunjukkan potret kelaparan dan dia tidak bisa melakukan apa apa karena etiket fotografi. Bahkan sang Duryudana pun yang dianggap sang raja durjana, ketika kelaparan dipengembaraannnya menerima dan mengampuni seorang wanita tua yang memberikan Arak beserta sepotong roti disiang bolong. Pada masa itu meminum arak disiang bolong menjadi tindakan yang nista. Apa salah sang wanita ?? bahkan sang Duryudana mampu melakukan pembunuhan terhadap Durna yang berpegang teguh norma norma yang dianut mampu menyiksa seorang bocah kelaparan. Mana yang baik ?

Kelaparan memang tidak bisa dihilangkan secara menyeluruh, akan selalu ada wabah kelaparan disuatu wilayah. Hanya saja, kesusilaan akan selalu tambak menjadi nilai nilai yang kabur dalam segala tindakan welas asih, antara baik dan buruk. Bukankah itu sebenarnya tidak penting, bagi saya tindakan welas asih terhadap kelaparan entah baik ataupun buruk bukan kita yang menghakimi. Ada hakim tertinggi dalam kehidupan ini dan tidak bisa diganggu gugat dan bahkan kita tidak bisa mengetahui baik atau buruk itu sebelum kita menjumpai dipersidangan tertinggi dikehidupan nanti.

Kesusilaan bukan hanya tentang bagaimana kita menunjukkan kebaikan kepada orang yang kelaparan. Lebih dari pada itu bagaimana sikap kasih sayang kita menghadapi perkara kelaparan yang terjadi dan tergambar dalam setiap proses tindakan kita untuk mengurai, mengurangi, membantu, bahkan jika mungkin menghilangkan kelaparan. Kesusilaan seperti bunga yang tumbuh dalam tanah yang kotor dan membutuhkan pupuk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Oktavian siPengamen Kecil

  Oktavian Si Pengamen kecil Dirgantara tampak murung siang itu, gumpalan awan hitam membungkam birunya langit. Berombak – ombak awan hitam mengambang di angkasa. Titik titik hujan mulai turun menikam bumi dan kehidupannya. Siang itu gerimis tanpa menghadirkan angin dingin, tapi kehidupan di bawahnya terasa membikin gerah. Kepulan asap kendaraan bermotor seolah mengusir gerimis. Riuh dan bising suara kenalpot bermotor, bersahutan para penjaja makanan menawarkan dagangannya. Aroma minyak goreng menyerbak, dan berbagai dagangan dengan warna warni serta rasa beraneka ragam digelar sepanjang pinggir jalan. Kaki ini melangkah keluar dari stasiun menuju halaman depan yang langsung berjumpa dengan panggung kehidupan yang ganas, melebihi ganasnya beruang lagi hibernasi. Rasa lapar diperut telah meronta – ronta, mungkin cacing – cacing didalam perut sedang konser musik keroncong sehingga membikin perut bergejolak keroncongan. Berhenti pada salah satu penjual nasi goreng dan memesan ...

Nada Lembayung Rindu

Nada Lembayung Rindu Cerita tentang senja dan rembulan yang berkisah tentang siapa yang memilih untuk mundur dari sebuah hubungan yang disebut kasih, dan tentang siapa yang memilih untuk bertahan demi sebuah keyakinan tentang kasih  Senja & Rembulan Senja.. engkau berbisik kepada Rembulan '' Q tak akan meninggalkan mu Rembulan ' karena Engkau sudah disini '' Jawab Rembulan '' Q bukanlah mentari, Senja. Q bukanlah pembawa Kehidupan, engkaulah yang membawa kehidupan '' Lantas kenapa KITA tak mampu bersama ??? kenapa ?? Senja dan Rembulan kita memang berdampingan, memang sangat. kita seirama, kita senada, kita harmoni alam. Senja, Engkau mampu hadir juga mampu untuk Singgah. Engkau hadir dengan Sederhana Engkau hadir dalam diam Hadir memeluk Damai Hadir merangkul Kehidupan. Tapi............