Langsung ke konten utama

Golden Sunrise di Puncak Sikunir


Haiii gais, ….. salam lestari. Salam hijaukan bumi.
Apa kabar kalian ?? sya ucapkan terima kasih karena sudah mampir lagi di warung kopi tanpa kopi ini. Hehehe…..

Ok. Sobat. Kali ini saya akan membagikan serita pengalaman saya waktu tracking di gunung sikunir, atau bukit sikunir. Karena memang ktinggian sikunir ini tidak setinggi gunung – gunung lainnya di tanah jawa.

Bukit sikunir / gunung sikunir, letaknya berada di wilayah negeri para dewa, atau bila ditulis dalam peta tertulis wonosobo, dieng. Letaknya yang masih dalam kawasan wisata dieng plateu, jadi akses untuk menuju sikunir tidak terlalu sulit.

Perjalanan kali ini saya mulai dari rumah ibu tercinta. Dari kota Ambarawa kota kelahiran ku. Perjalanan dari kota ambarawa menuju dieng kali ini saya meleati jalur luar atau sering disebut jalur belakang. Jalur yang mengharuskan melewati berbagai perkampungan dan jalur alternative. Dari ota ambarawa sampai ke wonosobo dieng, dibutuhkan waktu +/- 3jam. Tergantung bagaimana kita mengatur perjalanan. Karena perjalanan kali ini saya menggunakan sepeda motor. Jadi saya bisa berhenti dimana saja, asal jangan di tengah jalan, hahaha….

Sesampainya di pintu gerbang menuju kawasan dieng plateu, kita diharuskan untuk membayar tiket masuk kawasan wisata dieng. Tiket yang kita terima sudah termasuk peta wisata yang ada di dieng. Jadi kita lebih mudah untuk mengetahui jalur menuju tempat yang dituju.

Untuk menuju sikunir kali ini kita akan melewati beberapa tempat wisata yang berada di dieng. Jadi jangan dibuang percuma waktu itu, saya sebelum menuju sikunir saya sempatkan terlebih dahulu utuk mengunjungi situs candi arjuna. Salah satu candi yang berada di dieng dengan keindahan yang menakjubkan. Ok.lah itu tidak akan saya bahas disini.

Menuju sikunir kita tinggal menmgikuti map yang dikasih saat kita membayar tiket masuk kawasan dieng, atau kita bisa mengikuti papan nama disepanjang jalan.
Sesampainya di kawasan sikunir ini kita diharukan membayar tiket masuk lagi. Basecamp sikunir berada di dekat danau. Orang sering memanggilnya ranukumbolonya dieng.
Karena peraturan sudah diperbaharui di sikunir ini, kita tidak diperbolehkan mendirikan tenda di puncak, kita hanya diperbolehkn mendirikan tenda disekitaran danau / basecamp. Barulah kita diperbolehkan naik waktu dini hari.

Ok.lah sampainya di danau sya mendirikan tenda, merapikan isi tas, dan menikmati matahari terbenam di dekat danau.
Bagi kawan – kawan yang tidak membawa logistic waktu kesini, tidak perlu risau ataupun gundahgulana, karena banyak warung makan di sekitaran danau, dan ada mushola juga.
Disini sya bertemu dengan saudara sesame pecinta alam dari bandung, jadilah kita ngobrol panjang lebar tapi tidak ada tingginya.

Karena sya sudah lelah dan waktu sudh malam akhirnya saya memutuskan untuk istirahat dulu.
Baru juga tidur sebentar, terdengar suara gaduh di samping tenda, kirain ada tukang bakso lewat atau tukang gorengan mangkal gtu, pas saya liat di samping tendaaaaa………..
Aaaaaa……. Dlam hati sya kaget, ternyata bukan tukang mie ayam lewat. Ternyata ada kawan yang mendirikan tidak bisa mendirikan tenda, alhasil sya menawarkan diri untuk membantu karena dari tadi tu tennda belum bisa berdiri. So gaiis diusahakan kenali tenda kalian sebelum membawanya.
Stelah sya amati model tenda yang mereka bawa, barulah sya mendirikan tenda tak lupa pula kita ngobrol sambil mengakrabkan diri. Aaaaah selesai tenda ku dirikan dan mereka bisa merapikan isi tas mreka. Stelah beres semua kita pun ngobrol, mengakrabkan diri hingga dini hari.

Ku lihat waktu di jam tangan sudah menu jukkan jm 4 lebih. Mulailah sya merapikan tas mempersiapkan barang bawaan untuk dibawa ke puncak.
Karena sebelumnya sya sudah melakukan tracking disni untuk mengetahui kondisinya, jadi waktu tracking dipagi hari sya tidak terlalu membawa banyak barang. Tak lupa pula kamera yang pasti.
Perjalanan menuju puncak sikunir kita hanya membutuhkan waktu 1jam. Bisa 1 jam lebih bila kita berjalan dengan santai dan antri di jalan, di sini kita akan menemui pos pendakian yang berupa mushola dengan bilik kayu. Dari pos ini kita akan menemui jalan yang bercabang, kalian bisa mengikuti arus perjalanan bersama yang laiinya atau mengikuti saya dengan memilih jalan yang melinggkar, larena sebelumnya sya sudh mel;akukan survey terlebih dahulu, jadi jalan yang kulalui aman.

Sampai dipuncak waktu masih petang, dan takperlu risau lg jika kalian lapar atau ingin menghangatkan badan dengan secangkir kopi. Karena di atas ada warung yang menyediakan makanan dan minuman.
Sambil menunggu matahari terbit sya berdiam diri di pendopo sambil mendengarkan riuhnya para penikmat alam di waktu itu.
Dan yang ditunggu-tunggu pun menampakkan diri secara perlahan, terlihat cahaya kuning keemassan dipadu dengan warna biru langit di pagi hari, gelapnya wan dan dinginnnya kabut waktu itu. Sang mentari mulai memberikan kehangatan pagi penyambutnya, sang mentari merangkak naik dari belakang gunung sindoro sumbing. Sungguh pemandangan yang menakjubkan, tak heran orang sering menamai spot terindah untuk menikmati matahari terbit berada di puncak sikunir.
Tak lupa q ambil kamera dan mengabadikan moment indah itu dengan kamera butut yang q punya.
berikut ini sya berikan beberapa penampakan wajah matahari terbit dari puncak bukit Sikunir.












Setelah puas menikmati matahari terbit, sya pun meutuskan untuk turun dan langsung berkemas pulang kerumah. Ingat gaaiis, jangan buang sampah sembarangan, dan jangan nyampah digunung. Cukup ambil foto saja dan jangan ambil pacar orang.. eh jangan ambil apapun dialam. Cukuplah alam ini memberikan kedamaian keindahan serta memberikan kehidupan bagi kita dan makhluk hidup lainnya, jangan dirusak sobat….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelaparan dan kesusilaan

  Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur “ Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ? Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan. Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sum...