Langsung ke konten utama

Kabut Di Gunung Ungaran


Haloo sobat semua.... kali ini akan saya ceritakan pengalaman saya waktu jalan – jalan di salah satu gunung di samping rumah saya. Gunung ungaran. Salah satu gunung yang mudah untuk di daki. Kala itu saya berangkat rombongan bersama kawan – kawan pastinya, bukan bersama rombongan kenangan pahit sepahit kopi hitam q di pagi hari.

Tujuan kami waktu itu hanya untuk berkumpul setelah 6 hari kerja seperti kuda, untuk menuju gunung ungaran dari rumah saya sangatlah dekat, sedekat nafasmu di pipi ini... aduuuhhhh.....

basecamp gunung ungaran berada di belakang komplek wisata Sidomukti, bandungan, Kab.Semarang. Saya tidak akan bercerita panjang lebar karena dunia pendakian saat ini sudh banyak menyediakan referensi ataupun di setiap basecamp sudh disediakan map, topografi dan pengetahuan lainnya. Tapi ingat, gunung bukan tempat sampah. Tetap jaga alam ini, seperti engkau menjaga perasaan mu untuk dia yang engkau peluk dalam mimpi malammu. Beginilah cara saya menikamti alam bersama kawan.......







Kabut, kebanyakan orang akan menjauh dari engkau, kebanyakan orang juga takut kepada engkau. tapi entah kenapa dikala kamu merangkak dari gelapnya pepohonan, berselinap di cahaya, menyelimuti rerumputan dan ilalang, q akan selalu siap untuk memelukmu dikala kamu datang

Menikmati senja adalah bagian terindah dikala berada di alam. Kehangatan, kegelapan, mentari yang mulai meninggalkan terang. Angin dngin berhembus di sela – sela pepohonan, merayap atas tanah, dan mulai memeluk tubuh ini. Menggigil kedinginan. Kabut pun mulai melihat iri dari atas.....



mereka adalah orang – orang gila. Gila karena mereka tak mengenal kesedihan, tangisan. Mereka pribadi yang ekstrim, tidak takut dibilang gila. Karena mereka mengatasnamakan kebersamaan. Walaupun sering gila bersama, tertawa lepas, menjaga kehangatan kebersamaan.  


Dunia mereka adalah di alam, rumah mereka ada di alam, merekalah para pecinta alam. Alam pun bersahabat dengan mereka, kabut, tanah basah, senja, mentari, rembulan, pohon pinus, ilalang, rerumputan, pepohonan..... itulah sahabat kami, tanpa kemunafikan, tanpa kepura2'n. Mereka menjadi pribadi diri sendiri.  







tetap ingat, gunung bukan tempat sampah. jaga alam ini, jaga bumi manusia ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Menjelajah Danau Biru Cisoka

kawan, kalian pasti ada yan pernah mendengar atau mengunjungi danau biru cisoka, yang sudah pernah kesana pasti kalian tak akan mencari artikel tentang itu, ya ini pengalaman saya waktu menjelajah danau biru cisoka, yang katanya warna air disini sebiru cintaku pada dia, atau sebiru warna matamu, atau mungkin sebiru langit pagi, yang penting birulah. danau biru cisoka, berada di wilayah tigaraksa, banten. untuk menuju kesini saya memilih untuk naik KRL, karena kalau pakai kendaraan pribadi mungkin saya akan tersesat dan tak bisa pulang ke hatimu, hehehe..... saya berangkat dari tangerang, ketapang, cipondoh, di kontrakan saya, iyalah saya disini cuman perantauan. itu alamat sementara, alamat sesunguhnya nanti sesuai alamat rumah si.dia. biar ndak tersesat lagi arah pulang. dengan mengunakan KRL, perjalanan dari stasiun kalideres menuju stasiun tigaraksa, membutuhkan waktu kurang lebih 2jam. dan dari stasiun kalideres pertama harus transit di stasiun tanah abang, dari stasiun ta...