Langsung ke konten utama

Pitu Likur

 

Pitu Likur

( Dua puluh Tujuh )


Pitu Likur tersirat apa didalamnya

sejauh itu saya telah menapaki jagat Bhuwana

dunia tak lagi sama, semakin menggila

apa makna dari Pitu Likur 


Saya goreskan dimana dan pada siapa

jejakku terhapus oleh waktu yang lalu

membekas dalam hidup yang tak abadi

pitu likur, apa saja selama ini


pitu likur, berapa lagi yang tersisa

seberapa banyak telah saya sia-siakan

kebaikan atau keburukan mana yang lebih banyak

kau menerima dari saya dari yang mana


saya rasai berjalan bagai manungso

manungaling roso dadio siro ingkang becik

mengejawantah rasa, tengenan, lan kiwan

neng nopo leres, siro niki dadi manungso


diwaktu yang lalu, saya dipanggil bayi

sekarang kau panggil saya siapa

pitu likur, bukan jabatan juga bukan piagam

dia hidup juga akan berkurang

hingga habis entah dimana dan kapan

lalu setelah pitu likur

apa saya akan jadi manusia


Baubau. 28 November 2020

dermaga wamengkoli

vuri kristanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Menjelajah Danau Biru Cisoka

kawan, kalian pasti ada yan pernah mendengar atau mengunjungi danau biru cisoka, yang sudah pernah kesana pasti kalian tak akan mencari artikel tentang itu, ya ini pengalaman saya waktu menjelajah danau biru cisoka, yang katanya warna air disini sebiru cintaku pada dia, atau sebiru warna matamu, atau mungkin sebiru langit pagi, yang penting birulah. danau biru cisoka, berada di wilayah tigaraksa, banten. untuk menuju kesini saya memilih untuk naik KRL, karena kalau pakai kendaraan pribadi mungkin saya akan tersesat dan tak bisa pulang ke hatimu, hehehe..... saya berangkat dari tangerang, ketapang, cipondoh, di kontrakan saya, iyalah saya disini cuman perantauan. itu alamat sementara, alamat sesunguhnya nanti sesuai alamat rumah si.dia. biar ndak tersesat lagi arah pulang. dengan mengunakan KRL, perjalanan dari stasiun kalideres menuju stasiun tigaraksa, membutuhkan waktu kurang lebih 2jam. dan dari stasiun kalideres pertama harus transit di stasiun tanah abang, dari stasiun ta...