Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Kincir Angin

  Kincir Angin tepat tengah hari di penghujung musim kemarau bulan oktober. Angin semilir membawa hawa panas yang hanya menyejukkan untuk sesaat. Sang surya tanpa ampun membakar suasana siang itu. Rembulan berjalan minitik trotoar berpeluh deras membasahi baju, tiga puluh menit rembulan berjalan, hanya karena ingin berjalan. Tepat di bawah jembatan penyebrangan jalan, terdapat halte dengan kanopi yang telah usang, dibelakangnya terdapat pohon mahoni. Rembulan berhenti dan memilih untuk duduk dalam halte, berteduh dari panasnya mentari yang terasa ingin membakar kulit. Tak jauh dari situ terlihat satu panggung kehidupan tergelar hanya secuil, tapi terlihat dan terdengan mampu menggunguli tingginya pilar pilar kemegahan. “ Di, kangmas punya mainan baru, bermainlah sama mainan baru ini di tepi sana yang teduh Di “ terdengar keras dan bergetar, seolah telah lama menempa dirinya dengan keadaan. Sang Mbarep yang berucap barusan. “ yeeeeee......, terima kasih kangmas. Waah ...