Rembulan, konyol kau... Bodoh sekali ternyata dirimu Atau memang nalarmu sudah rontok Hingga semesta ingin kau jadikan malam Pelita pelita malam ingin kau rengguk Umpat sang awan.... Apa gunanya nalar didunia yg masih penuh lelucon ini Bukankah lelucon juga hasil dari nalar Pelita pelita malam juga sudah lelah Masihkah kau melihat bintang bintang dilangit Masihkah kau mendengar wedaring wacana mulya Mereka hanya sedang merangkai waktu berlelucon dengan nalar hari esok Kesejatian dari masa depan adalah Masa depan tanpa lelucon Vuri kristanto
Petikan buih buih ombak yang tergelar dalam samudra kehidupan, tertulis dalam pasir putih awan awan hati manusia. Guguran daun daun cakra manggilingan yang terjewantahkan dalam sastra sastra dan tulisan tentang seonggok daging beserta galihnya. kidung - kidung suci dari manusia yang tumbuh bersama panji panji dharma kebaikan cipta budi wening.