Langsung ke konten utama

ASU ( Aksi Seni Untuk lingkungan ) 1



Aksi Seni Untuk ( ASU ) lingkungan 1
sebuah aksi dari para pecinta lingkungan yang bekerjasama dengan Greenpeace untuk menyuarakan tentang isu – isu kerusakan alam di bumi pertiwi ini dan untuk membantu para pejuang lingkungan yang berada di wilayah tang terkena dampak kerusakan alam dari para korporasi yang hanya tau mengeksploitasi alam demi perut mereka sendiri tanpa memperhatikan dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

Kami adalah para pejuang dari berbagai wilayah di jawa tengah, yang berkumpul menjadi satu. Dan kali ini kami berkesempatan bisa berkumpul di kopeng, jawa tengah. Kali ini kita berkumpul untuk menyuarakan protes kami kepada korporasi serta mencari donatur yang mau menyumbangkan sedikit rezekinya untuk membantu para pejuang lingkungan yang berada di tempat yang terkena dampak kerusakan alam.

Isu yang kami angkat untuk kali ini adalah kerusakan batu bara yang berada di batam. Yang dimna saudara – saudara kita disana para petani maupun warga setempat di jajah oleh bangsanya sendiri. Yang menyebutkan kesejahteraan untuk semua manusia, itu hanya omong kosong. Dan kerusakan di gunung kendeng yang di eksploitasi untuk semen.


Kita berdiri di atas nama lingkungan dan warga yang terkena dampak kerusakan itu, bersama greenpeace kami menyuarakan ini semua kepada pemerintah setempat dan korporasi jahat serta mengedukasi warga tentang kesejahteraan alam dengan hidup selaras dengan alam, selayaknya nenek moyang kita dulu.


Kali ini kami para pecinta alam berkumpul di kopeng, jawa tengah. Dan yang menjadi tuan rumah dari acara ini kebetulan adalah kelompok saya, TRISALA. Itulah nama kita, sekelompok pecinta alam yang mencintai lingkungan tanpa harus merusaknya. Dan serta kerabat pecinta alam dari penjuru jawa tengah juga hadir pada kesempatan kali ini.

Malam itu begitu ramai pendatang dari kawan – kawan sesama pecinta alam, dan malam itu juga begitu meriah dan kami memang bergembira bersama, bergembira karena kami masih bisa menyurakan protes kami, dari pada saudara kami yang terkena dampak langsung, mereka di hina, di jajah, dan diperlakukan yang tidak adil, hanya demi tetap memperjuangkan tanah mereka.  


Untuk acara kali ini kita camp bersama, bergembira bersama, pertunjukan musik dari kawan – kawan pecinta alam, dan yang utama adalah pertunjukan teatrikal dari kelompok saya dengan tema kerusakan alam akibat korporasi jahat.










Tak lupa pula yang selalu kami lakukan untuk tetap bisa menjaga alam ini. dengan melakukan penanaman. karena ada yang pernah bilang, siapa yang menanam dia yang akan menuai kebahagiaan dan kedamaian. 


Sebetulnya ini sudh terjadi beberapa tahun yang lalu, tapi tidaklah salah bila q beritakan kali ini kepada kalian yang membaca. Dengan tujuan supaya kita semua sadar bahwa alam ini hanya titipan, bukan milik kita, dan tidak sepantasnya kita yang dititipi anugrah ini di rusak. Salam lestari dan selalu jaga alam bumi pertiwi untuk anak cucu kita nantinya.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Oktavian siPengamen Kecil

  Oktavian Si Pengamen kecil Dirgantara tampak murung siang itu, gumpalan awan hitam membungkam birunya langit. Berombak – ombak awan hitam mengambang di angkasa. Titik titik hujan mulai turun menikam bumi dan kehidupannya. Siang itu gerimis tanpa menghadirkan angin dingin, tapi kehidupan di bawahnya terasa membikin gerah. Kepulan asap kendaraan bermotor seolah mengusir gerimis. Riuh dan bising suara kenalpot bermotor, bersahutan para penjaja makanan menawarkan dagangannya. Aroma minyak goreng menyerbak, dan berbagai dagangan dengan warna warni serta rasa beraneka ragam digelar sepanjang pinggir jalan. Kaki ini melangkah keluar dari stasiun menuju halaman depan yang langsung berjumpa dengan panggung kehidupan yang ganas, melebihi ganasnya beruang lagi hibernasi. Rasa lapar diperut telah meronta – ronta, mungkin cacing – cacing didalam perut sedang konser musik keroncong sehingga membikin perut bergejolak keroncongan. Berhenti pada salah satu penjual nasi goreng dan memesan ...

Kelaparan dan kesusilaan

  Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur “ Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ? Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan. Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sum...