Senja
& Rembulan
Senja.....
indah cahaya pagimu
bertiraikan warna orange
menari bersama sisa gelap
malam bersama rembulan
hangatnya senyuman merekah
indah
dengan taburan berlian
mentari.
Orange, biru, hitam, putih
itulah warnamu
Rembulan....
tak memiliki cahaya, tak
berteman, juga tak berbicara
tak dilihat juga tak
dibanggakan.
Kehidupanmu ditakuti bumi
manusia
Tapi
cahayamu menyinari gelap
ini
kehidupan di atas
kegelapan
senyuman di atas kepedihan
engkau selalu merindukan
senja.
Hay rembulan... kata senja
kala itu.
Rembulan hanya diam
membisu...
kenapa engkau membisu ?...
kata senja lagi
rembulan tetap berbicara
Rembulan, apa engkau rindu
?... kata senja untuk ketiga kalinya
iya, q rindu. Rindu
sekali...
hay senja... q rembulan,
bukan mentari.
Q hadir, kala engkau
meninggalkan q bersama mentari
q pergi menjemputmu, ya..
menjemputmu.
Tapi q kalah lagi, dengan
mentari.
Mentari yang sudah
menyelimuti warnamu.
Mentari yang sudah
memelukmu
Mentari yang sudah
merangkulmu
q hanyalah rembulan
dan engkau senja yang
merekah
q hnya rembulan yang
dingin
dan engkau senja yang
hangat
q rembulan yang tak
bersinar
dan engkau senja yang
berwarna
engkau tak lain kebahagian
dan rembulan kepedihan
dimalam hari.
“ Dari Rembulan yang
kehilangan cahayanya kala Senja bersinar “

Komentar