Langsung ke konten utama

Mentari Danau Rawa Pening


Salam hijau membiru sobat sekalian. Kali ini saya akan membagikan salah satu destinasi wisata yang menjadi icon kota ambarawa. Yan telah menjadi urban legen dari masa lalu, menjadi cerita legenda yang telah tertuliskan dan menjadi cerita dari lalu ke lalu hingga saat ini, dan akan bercerita terus hingga generasi selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya dan selanjutnya……

Danau Rawa Pening. Cerita sang naga Baruklinting. Sedikit kilas balik. Dulu terdapat sebuah desa bernama desa Ngasem. Didesa itu tinggallah sepasang suami istri bernama Ki Hajar dan Nyai selakanta. Karena keluarga tersebut telah lama menikah tapi tak kunjung mempunyai seorang anak. Maka Ki Hajar memilih untuk bertapa di gunung telomoyo. Sekian lama bertapa, Nyai Selakanta ternyata hamil. Setelah melahirkan, tapi ternyata bukan seorang anak. Tapi berwujut seekor naga yan diberi nama Baru Klinting ( yang berarti dalam bahasa sangsekerta kelinting sang brahmana ) . setelah besar, Baru Klinting mencari ayahnya. Setelah bertemu dengan ayahnya, Baru Klinting disuruh untuk bertapa supaya bisa berwujut manusia. Tapi setalah bertapa ternyata disebuah desa telah mengadakan perjamuan / perayaan. Dan serombongan warga tanpa sengaja memburu Baru Klinting untuk dijadikan santapan. Dengan tergopoh gopoh dan penuh luka Baru Klinting mendatangi desa itu untuk meminta makan. Karena desa itu penuh dengan orang – orang angkuh, maka Baru Klinting diusir dan dihina. Baru Klinting dating lagi untuk menghukum desa tersebut, dengan menenggelamkan desa dari semburan air yang mencurat bekas tancapan sebatang lidi dari Baru Klinting.

Sebias cahaya kuning jingga menyinari dari arah barat, membuat riak – riak air menjadi berwarna, langit pun kembali terbuka dari gelapnya. Menyinari Danau Rawa Pening, yang berada di kaki gunung Telomoyo, gunung Merbabu, dan gunung Ungaran, gugusan gunung yang mengelilingi wilayah Ambarawa, tuntang, salatiga, banyubiru dan sekitarnya. Burung Kuntul terbangun dari tidurnya terbang tinggi bersama kawanannya, terbang mengitari hamparan sawah menguning siap panen yang berada di sekitar Danau Rawa Pening. Perahu tradisional warga yang bermukim tak jauh dari Danau tertambat dipinggiran dengan kawanan enceng gondok yang telah merajalela tumbuh dipermukaan danau. Para nelayan pagi itu berlomba mencari ikan, seolah berlomba datang dengan sang mentari pagi.

Danau Rawa Pening, sekarang telah menjadi urat nadi para nelayan. Menggantunkan harapan di pucuk – pucuk daun teratai, berharap Danau Rawa Pening selalu mampu untuk mencukupi kebutuhannya. Nelayan, pemancing, dan sekarang telah banyak kapal bermesin mengitari, menjelajah, menggerayapi danau. Sekarang Danau Rawa Pening bukan lagi menjadi tempat nelayan local mencari ikan, tapi juga menjadi destinasi wisata. Mengangkat perekonomian warga sekitar atau malah mempuruk keadaan alam, entahlah. Menjaga kearifan satwa atau malah menggergoti sumber penghidupan bagi nelayan, entahlah.

Kebetulan rumahku tak jauh dari Danau Rawa Pening, sehingga saya bisa bebas masuk kewilayah danau tanpa harus masuk melalui tempat – tempat wisata tepi danau. Tinggal jalan kali melintasi hamparan sawah yan luasnya mampu membuat kaki pusing untuk mengitarinya, jalan kaki di jalan setapak dan mengahiri di tepian danau. Bagi kalian yang ingin berkunjung ketempat ini, bisa melalui kawasan Bukit Cinta ( entah mitos apa lagi di sini ) atau melalui Wisata Kampung Rawa, atau bisa melalui rumah saya, nanti saya antar. Hehehehe……

 foto ini sengaja saya resize. kalau ingin melihat aslinya silahkan bisa melalui IG/Fotografer.net/Eyeem/Agora/500px. dengan akun @vuri_kristanto






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelaparan dan kesusilaan

  Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur “ Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ? Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan. Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sum...