Langsung ke konten utama

Postingan

cerita baru

Rembulan Bercanda

Rembulan, konyol kau... Bodoh sekali ternyata dirimu Atau memang nalarmu sudah rontok Hingga semesta ingin kau jadikan malam Pelita pelita malam ingin kau rengguk Umpat sang awan.... Apa gunanya nalar didunia yg masih penuh lelucon ini Bukankah lelucon juga hasil dari nalar Pelita pelita malam juga sudah lelah Masihkah kau melihat bintang bintang dilangit Masihkah kau mendengar wedaring wacana mulya Mereka hanya sedang merangkai waktu berlelucon dengan nalar hari esok Kesejatian dari masa depan adalah  Masa depan tanpa lelucon Vuri kristanto
Postingan terbaru

Menggembalakan Hujan

  Malam tanpa Rembulan. Langit tampak luluh lantak menggulung awan – awan hitam disertai angin yang membabi buta menyapu membawa awan - awan hitam untuk menutupi jagat Bhuwana . Bumi manusia bermandikan air hujan yang turun bagai langit mencurahkan segala persediaan airnya pepohonan tampak basah kuyup, binatang binatang rimba tampak gelisah mencari tempat bernaung, terlihat anak – anak burung bersembunyi dalam ketiak ibunya mencari perlindungan dari dinginnya maruta. Sekawanan burung hantu takut terbang jauh menjelajah. Binatang upnormal memilih untuk meringkuk dalam sarangnya mencoba untuk menjadi binatang normal yang memilih untuk tidur dimalam hari. Manusia – manusia mencoba untuk melarutkan kegelisahannya, dalam satu bangunan beratap rumbia berdinding kayu dibawah naungan pohon asam jawa. Seorang lelaki tua tampak gelisah melihat hujan dimalam ini. Lelaki itu merasa was – was bilamana air hujan terus turun bagai air bah akan membikin sungai meluap membanjiri rumah lelaki tua...

Kelaparan dan kesusilaan

  Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur “ Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ? Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan. Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sum...

Menjual makna kepada modernisasi

  MENJUAL MAKNA DIRI PADA MODERNISASI “ Manusia adalah makhluk yang paling membutuhkan ampun “ Dhan Hyang Loh Gawe “ selamat siang orang baru, selamat datang di kereta exspress jaladri. Dengan pemberhentian distasiun uripmodern, tolong tiketnya tuan “ kata petugas kereta. “ selamat siang pak, tiket apa, bukankah kereta ini gratis “ sela calon penumpang “ anda tidak perlu membayar dengan uang untuk bisa menaiki kereta ini maka gratis, tapi anda diharuskan meninggalkan koper makna – makna hidup yang anda punya “ jawab petugas “ kampreeeeett, haruskah pak. Koper saya banyak pak, harus saya tinggal semua, lalu modal hidup saya di stasiun uripmodern apa pak “ bantah calon penumpang. “ pokoknya tinggalkan segala koper makna hidup yang kamu punya, dan distasiun tujuan sudah disediakan koper koper tanpa makna, silahkan tinggalkan koper makna anda dan silahkan naik “ sang petugas berusaha menyeret dan melemparkan calon penumpang dengan paksa. Mungkin seper...

Oktavian siPengamen Kecil

  Oktavian Si Pengamen kecil Dirgantara tampak murung siang itu, gumpalan awan hitam membungkam birunya langit. Berombak – ombak awan hitam mengambang di angkasa. Titik titik hujan mulai turun menikam bumi dan kehidupannya. Siang itu gerimis tanpa menghadirkan angin dingin, tapi kehidupan di bawahnya terasa membikin gerah. Kepulan asap kendaraan bermotor seolah mengusir gerimis. Riuh dan bising suara kenalpot bermotor, bersahutan para penjaja makanan menawarkan dagangannya. Aroma minyak goreng menyerbak, dan berbagai dagangan dengan warna warni serta rasa beraneka ragam digelar sepanjang pinggir jalan. Kaki ini melangkah keluar dari stasiun menuju halaman depan yang langsung berjumpa dengan panggung kehidupan yang ganas, melebihi ganasnya beruang lagi hibernasi. Rasa lapar diperut telah meronta – ronta, mungkin cacing – cacing didalam perut sedang konser musik keroncong sehingga membikin perut bergejolak keroncongan. Berhenti pada salah satu penjual nasi goreng dan memesan ...