Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Damai Kehidupan Senjamu

  DAMAI KEHIDUPAN SENJAMU Hari itu, mentari tepat diatas kepalaku Dengan sinarnya menembus Disela – sela pucuk cemara Dibawahnya, teduh payungan daun cemara Aku lihat Engkau Engkau dudk dikursi rodamu Putih rambutmu Garis kehidupan tampak jelas dikeningmu damai dalam pelukan senja kehidupan Disampingmu, dialah kekasih sejatimu Berdiri kokoh diatas tulang yang telah rapuh sesekali, sesuap nasi dia layangkan dalam mulutmu dan kau kunyak begitu lahap dia tersenyum melihatmu bentuk kasih tulus yang nyata keindahan dari buah kesejatian bunga terindah dari kehidupan damai dalam kehidupan senjamu aroma kedamaian menggantikan oksigen hingga paru – paruku terasa dingin merinding tubuh ini dalam duduk yang terkulai bolehkah aku iri pada pandangan ini engkau pak tua, yang aku tak tahu namamu bahagia menikmati hari tuamu diatas kursi roda yang dia dorong mungkin engkau merasa bersalah tapi kekasihmu tak pernah sekalipun niatan untuk menangis teduh damai...

Pitu Likur

  Pitu Likur ( Dua puluh Tujuh ) Pitu Likur tersirat apa didalamnya sejauh itu saya telah menapaki jagat Bhuwana dunia tak lagi sama, semakin menggila apa makna dari Pitu Likur  Saya goreskan dimana dan pada siapa jejakku terhapus oleh waktu yang lalu membekas dalam hidup yang tak abadi pitu likur , apa saja selama ini pitu likur, berapa lagi yang tersisa seberapa banyak telah saya sia-siakan kebaikan atau keburukan mana yang lebih banyak kau menerima dari saya dari yang mana saya rasai berjalan bagai manungso manungaling roso dadio siro ingkang becik mengejawantah rasa, tengenan, lan kiwan neng nopo leres, siro niki dadi manungso diwaktu yang lalu, saya dipanggil bayi sekarang kau panggil saya siapa pitu likur , bukan jabatan juga bukan piagam dia hidup juga akan berkurang hingga habis entah dimana dan kapan lalu setelah pitu likur apa saya akan jadi manusia Baubau. 28 November 2020 dermaga wamengkoli vuri krista...