Langsung ke konten utama

Senja dan Rembulan eps 4

Part 4
Teruntuk Rembulan

Gelap juga baru dimulai, dan engkau sudah tampak sendu
Yang tenang di antara keheningan malam
Sesekali lolongan belantara mengusik dirimu
Dan engkau tetap tenang di atas sana

Ketika engkau mulai tinggi, tertinggal kekosongan
Terlelap dalam pelukan harapan mimpi
Sesekali ada yg menatap mu dengan tatapan kosong juga putus
Menitipkan kehampaan dari bawah, menjadi titik titik cahaya langit

Banyak yg berucap, dan engkau tetap diam
Banyak yg meminta engkau berbicara, Sekali lagi engkau diam
Sesekali ada yg takut pada engkau, dan engkau hanya bersinar
Cukup rembulan, selamanya engkau membisu

Katakan saja, untuk kali ini, sekali ini saja
Kalau engkau sejatinya tak diam, hanya menerima
Kalau engkau sejatinya tak terang, tapi menyinari
Kalau engkau mendengar kidung kerinduan juga murka
Dan engkau menerima hampa dan sunyi
Dengan mendirikan lentera di langit untuk mereka
Mereka yg tak lelah untuk meraih terang
Oowh Rembulan, diam mu sejuta untaian makna

25.04.21.17.38
Tng. Vuri kristanto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Menjelajah Danau Biru Cisoka

kawan, kalian pasti ada yan pernah mendengar atau mengunjungi danau biru cisoka, yang sudah pernah kesana pasti kalian tak akan mencari artikel tentang itu, ya ini pengalaman saya waktu menjelajah danau biru cisoka, yang katanya warna air disini sebiru cintaku pada dia, atau sebiru warna matamu, atau mungkin sebiru langit pagi, yang penting birulah. danau biru cisoka, berada di wilayah tigaraksa, banten. untuk menuju kesini saya memilih untuk naik KRL, karena kalau pakai kendaraan pribadi mungkin saya akan tersesat dan tak bisa pulang ke hatimu, hehehe..... saya berangkat dari tangerang, ketapang, cipondoh, di kontrakan saya, iyalah saya disini cuman perantauan. itu alamat sementara, alamat sesunguhnya nanti sesuai alamat rumah si.dia. biar ndak tersesat lagi arah pulang. dengan mengunakan KRL, perjalanan dari stasiun kalideres menuju stasiun tigaraksa, membutuhkan waktu kurang lebih 2jam. dan dari stasiun kalideres pertama harus transit di stasiun tanah abang, dari stasiun ta...