Part 4
Teruntuk Rembulan
Gelap juga baru dimulai, dan engkau sudah tampak sendu
Yang tenang di antara keheningan malam
Sesekali lolongan belantara mengusik dirimu
Dan engkau tetap tenang di atas sana
Ketika engkau mulai tinggi, tertinggal kekosongan
Terlelap dalam pelukan harapan mimpi
Sesekali ada yg menatap mu dengan tatapan kosong juga putus
Menitipkan kehampaan dari bawah, menjadi titik titik cahaya langit
Banyak yg berucap, dan engkau tetap diam
Banyak yg meminta engkau berbicara, Sekali lagi engkau diam
Sesekali ada yg takut pada engkau, dan engkau hanya bersinar
Cukup rembulan, selamanya engkau membisu
Katakan saja, untuk kali ini, sekali ini saja
Kalau engkau sejatinya tak diam, hanya menerima
Kalau engkau sejatinya tak terang, tapi menyinari
Kalau engkau mendengar kidung kerinduan juga murka
Dan engkau menerima hampa dan sunyi
Dengan mendirikan lentera di langit untuk mereka
Mereka yg tak lelah untuk meraih terang
Oowh Rembulan, diam mu sejuta untaian makna
25.04.21.17.38
Tng. Vuri kristanto
Komentar