Langsung ke konten utama

Senja dan Rembulan Eps.1





Senja & Rembulan

Senja.....
indah cahaya pagimu bertiraikan warna orange
menari bersama sisa gelap malam bersama rembulan
hangatnya senyuman merekah indah
dengan taburan berlian mentari.
Orange, biru, hitam, putih
itulah warnamu

Rembulan....
tak memiliki cahaya, tak berteman, juga tak berbicara
tak dilihat juga tak dibanggakan.
Kehidupanmu ditakuti bumi manusia
Tapi

cahayamu menyinari gelap ini
kehidupan di atas kegelapan
senyuman di atas kepedihan
engkau selalu merindukan senja.

Hay rembulan... kata senja kala itu.
Rembulan hanya diam membisu...

kenapa engkau membisu ?... kata senja lagi
rembulan tetap berbicara

Rembulan, apa engkau rindu ?... kata senja untuk ketiga kalinya
iya, q rindu. Rindu sekali...

hay senja... q rembulan, bukan mentari.
Q hadir, kala engkau meninggalkan q bersama mentari
q pergi menjemputmu, ya.. menjemputmu.
Tapi q kalah lagi, dengan mentari.
Mentari yang sudah menyelimuti warnamu.
Mentari yang sudah memelukmu
Mentari yang sudah merangkulmu

q hanyalah rembulan
dan engkau senja yang merekah

q hnya rembulan yang dingin
dan engkau senja yang hangat

q rembulan yang tak bersinar
dan engkau senja yang berwarna

engkau tak lain kebahagian
dan rembulan kepedihan dimalam hari.

“ Dari Rembulan yang kehilangan cahayanya kala Senja bersinar “

Komentar

puri mengatakan…
hargailah tulisan orang, jangan dengan mudah mengcopy paste

Postingan populer dari blog ini

Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2

Salam lestari kawan kawan pecinta maupun penggiat dan para aktifis lingkungan, salam hijaukan bumi. kali ini saya akan membagikan pengalaman saya serta keceriaan di dalam acara Aksi Seni Untuk Lingkungan yang ke-2. acara Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 ini kami mengambil tema " Darurat Agraria ". dengan alasan untuk melanjutkan tugas kita selanjutnya. Aksi Seni Untuk Lingkungan ke-2 kami adakan di taman kota salatiga. sekaligus untuk mempopulerkan dan mengenalkan taman kota salatiga kepada para penggiat outdoor dan para pecinta alam di berbagai kota. karena acara ini akan dihariri oleh peserta dari berbagai kota di jawa tengah bahkan bisa sampai di luar jawa tengah. tema " Darurat Agraria " kami ambil bukan dengan maksut yang sembarangan, kami ambil dengan maksut untuk memperingatkan dan memberikan informasi kepada publik, kalau di tanah tercinta ini sedang mengalami darurat agraria, lahan pertanian yang telah di porak porandakan oleh para kapitalisme. deng...

Oktavian siPengamen Kecil

  Oktavian Si Pengamen kecil Dirgantara tampak murung siang itu, gumpalan awan hitam membungkam birunya langit. Berombak – ombak awan hitam mengambang di angkasa. Titik titik hujan mulai turun menikam bumi dan kehidupannya. Siang itu gerimis tanpa menghadirkan angin dingin, tapi kehidupan di bawahnya terasa membikin gerah. Kepulan asap kendaraan bermotor seolah mengusir gerimis. Riuh dan bising suara kenalpot bermotor, bersahutan para penjaja makanan menawarkan dagangannya. Aroma minyak goreng menyerbak, dan berbagai dagangan dengan warna warni serta rasa beraneka ragam digelar sepanjang pinggir jalan. Kaki ini melangkah keluar dari stasiun menuju halaman depan yang langsung berjumpa dengan panggung kehidupan yang ganas, melebihi ganasnya beruang lagi hibernasi. Rasa lapar diperut telah meronta – ronta, mungkin cacing – cacing didalam perut sedang konser musik keroncong sehingga membikin perut bergejolak keroncongan. Berhenti pada salah satu penjual nasi goreng dan memesan ...

Kelaparan dan kesusilaan

  Kelaparan dan Kesusilaan yang kabur “ Ketika kemiskinan berperang melawan kesusilaan, batas antara yang boleh dan tidak boleh akan menjadi kabur “ Duryudana Kelaparan. Satu dari tiga pilar masalah kehidupan manusia selepas Wabah dan Perang. terjadi dari perkara kelaparan akan memberikan dampak terjadinya wabah penyakit, kemudian akan terjadi perpecahan perang untuk memperebutkan sumber pangan ataupun obat - obatan. Pertanyaannya, Kenapa kelaparan bisa terjadi ? Kelaparan bisa terjadi karena beberapa faktor alam, populasi dan ketersediaan sumber pangan atupun dari sistem sosial yang ada. Sejarah mencatat kebanyakan kelaparan sering terjadi diwilayah yang subur. Ada apa ?? karena dimulainya revolusi pertanian dan kesadaran akan Hak kepemilikan. Setiap pribadi pasti pernah merasakan kelaparan, entah karena sedang menjalankan puasa atau memang dalam kondisi tidak mendapatkan sumber pangan. Dari faktor alam kelaparan terjadi karena tidak adanya ataupun sedikitnya sum...